Archive for the ‘Cerpen’ Category
Dia, Aku dan Mati
Akhirnya, aku hanya bisa melihat gadis berusia 15 tahun itu terus mendekam di kamarku yang gelap dan bau. Tak punya kuasa untuk beranjak, namun mulutnya terus berkomat-kamit. Terhembus kata-kata seperti tikaman jarum jahit ke sela-sela kulitku.
Aku tidak ikut mati dibuatnya! Hanya tetap saja akhirnya aku merasa mati. Kau tahu bagaimana keadaan seperti itu? Kau tidak mati tapi kau mati!
Tags: 15 tahun, aku, Cinta Remaja, dia, gadis, gelap, kehampaan, mati, terang
Mati!
Keramaian ini benar-benar membuat dadaku sesak! Aku hanya bisa mengamati sekelilingku! Tubuhku tak mampu kugerakkan! Argh! Kutolehkan kepalaku ke arah kanan dan kau ingin tahu apa yang kulihat?!
Seorang gadis berumur sekitar 15 tahun kuduga - dengan bergairah membelai si lelaki tua itu. Bukan! Bukan! Bukan dia yang membelai tetapi lelaki itu yang terus menggerayangi tubuhnya. Bodoh sekali gadis itu, kupikir. Kuamati dengan semakin seksama. Kupelototi mereka berdua hingga si gadis menyadari keberadaanku sepertinya. Matanya sendu - menatap dingin tepat menembak bola mataku.
Ssstt..!!!


