Bukik Bertanya: HELDA – Pejuang Masa Remaja

Berbagi pengalaman hingga jangan yang buruknya kita alami namun yang baiknya bisa dirasakan. Itulah kenapa Helda suka mendengar atau membaca pengalaman dan berbagi pengalaman. Program ‘Bukik Bertanya’ memberi Helda alasan untuk menulis sepanjang ini. Nah, posting Helda kali ini adalah perjalanan hidup Helda hingga di usia 20-an. Semoga temen-temen bisa memetik hikmahnya dan bermanfaat sekarang ini, mungkin saja.

Tentang identitas diri

Nama lengkap saya Helda Waty Sihombing. Ortu Helda pernah cerita bahwa nama Helda itu didapetin dari Kitab Suci dengan penulisan ‘Eldaa’. Tapi Helda ngga tau kenapa akhirnya menambah huruf ‘H’ di depannya. Nama tengah ‘Waty’ hanya tambahan karena ‘Helda’ terlalu singkat. ;p

Saya dulu sebenarnya ngga begitu suka dengan nama ‘Helda’. Pernah bikin nickname Gilda Frigia karena ngerasa keren dan pernah punya nickname di Internet sebagai ‘HeLL-dA’ lengkap dengan huruf besar kecilnya pas jaman-jaman emo.

Kemudian setelah searching-searching di Internet dan kehidupan saya cocok dengan nama ‘Helda’, akhirnya bangga dengan nama ini – yang berarti pejuang!

Tentang kejadian yang menggetarkan hati

Kejadian yang menggetarkan hati bersama Ayah dan Ibu adalah ketika Mama seketika itu juga beres-beres dan pulang dari tempat dia berjualan ketika mendengar kabar dari Bapak bahwa Helda menang Olimpiade Fisika Kabupaten Deli Serdang dan akan berangkat untuk karantina.

Selain itu, masih banyak kejadian yang menggetarkan hati especially-nya bersama Mama. Ya, Beliau selalu mendukung Helda bahkan ketika Helda memilih opsi yang kurang tepat. Helda masih inget banget ketika Helda kekeuh untuk daftar di SMA Negeri 2 Medan yang adalah SMA favorit namun ternyata gagal daripada SMA Negeri 13 Medan yang seharusnya Helda sudah pasti diterima. Mama sama sekali ngga ada menyalahkan dan ‘merepetin’ Helda.

:D

Tentang kejadian yang mengubah diri

Pertama. Helda sebenarnya adalah siswa yang biasa-biasa saja. Termasuk siswa yang menempati juara di kelas namun tidak pernah juara umum. Hanya guru-guru tertentu yang mengenal dekat Helda dan ngga di semua pelajaran Helda bisa ‘tampil’ tidak seperti sang juara-juara umum lainnya. Namun, sejak Helda menjadi utusan dari sekolah untuk Olimpiade Fisika tersebut, Helda semakin berani bermimpi bahkan yang muluk-muluk!

Kedua. Kejadian yang paling mengubah Helda diawali dengan mendengar kabar Mama Helda meninggal pada 30 Juni 2007 ketika Helda sedang take voice untuk salah satu program radio. Pada waktu mendengar itu pupus sudah mimpi-mimpi saya tersebut, apalagi Mama adalah tulang punggung keluarga. Sejak itu hidup saya berantakan. Saya sering bolos sekolah dan ngga peduli dengan belajar. Peringkat saya di kelas menurun drastis, saya berubah menjadi pribadi yang sensitif dan bisa meledak kapan saja tiba-tiba marah dan menangis.

Ketiga. Kemudian, tidak sampai setahun Mama meninggal, Bapak menikah lagi tanpa memberi tahu kami sebelumnya ketika itu Helda sedang akan Ujian Nasional. Helda tidak mengeluhkan apakah Beliau menikah lagi atau tidak, hanya saja Beliau tidak peduli lagi terhadap kami bertiga. Tapi, kejadian itu mengubah sikap Helda. Helda jadi dekat dengan keluarga, khususnya keluarga dari pihak Mama, kakak dari Mama yang bersedia menampung kami walau Beliau juga harus berjuang membesarkan keempat anaknya.

Dulunya, ntah Helda yang salah persepsi atau bagaimana, yang ditanamkan di dalam otak Helda itu adalah: “Jangan pernah mengharapkan orang lain”. Kalimat tersebut membuat Helda tidak membutuhkan orang lain dan merasa bisa melakukan semuanya sendiri, bahkan cuek terhadap keluarga lainnya. Tapi, Helda pun mulai memperbarui diri.

Keempat. Ketika Helda kenal dengan seseorang sebut saja Chino Moreno di forum situs radio favorit Helda yang memperkenalkan Helda pada BLOG. Seriously! Blog, blogosphere dan penghuninya termasuk Chino Moreno telah menghidupkan kembali mimpi-mimpi muluk Helda dan mewujudkan sebagian besarnya! – orang-orang yang sebelumnya tidak pernah terbayangkan.

anggota-bloggerSUMUT-foto-Aplaus-BLC

Kelima. Sewaktu adik Helda hamil di luar nikah dan harus melahirkan dengan cara operasi sementara Helda hanya bekerja sebagai operator warnet. Sekali lagi ‘Tuhan telah mengetahui’ dan Helda kembali diingatkan kalau Helda tidak hidup sendiri.

Keenam. Keponakan Helda lahir dan bertumbuh bersama Helda. Dari dulu Helda tidak suka dengan anak-anak dan ngga bisa ngapa-ngapain soal bayi. Hehehe. Namun, seraya ponakan Helda bertumbuh besar, Helda sayang banget sama dia dan belajar juga ngurus bayi. ^^ Kejadian inilah yang membuat Helda konsisten menulis topik remaja di Helda.info.

Tentang yang dihargai

Yang Helda hargai dari diri sendiri. Mungkin istilah ‘play safety’ kedengaran negatif karena sukanya main aman artinya, tapi itulah Helda. Walau se-down apa pun Helda, dari dulu dan mudah-mudahan seterusnya, Helda ngga pernah berani mencoba sesuatu hal yang Helda tau itu bakal merugikan, such as pergaulan bebas, nge-drugs dan sebagainya atau bahkan menyanyat kulit Helda sedikit saja.

Yang Helda hargai dari keluarga. Walau Bapak telah menyakiti hati kami tapi saya masih terus ingat ekspresi kebanggaannya terhadap anak-anaknya. Sewaktu pelanggan datang ke toko dan menunggu sepatunya diselesaikan, Bapak selalu menyisipkan cerita positif tentang anak-anaknya dalam obrolan mereka.

Yang Helda hargai dari orang lain. Setiap orang punya ceritanya masing-masing. Pasti punya problem. So, kita ngga harus merasa yang paling menderita. Percayalah! Ketika kita sedang ‘down’, coba lihat ke bawah, kita masih lebih beruntung. Ketika kita mulai merasa diri sudah hebat, coba lihat ke atas, masih banyak yang jauh lebih hebat. Pun ingat, ada seseorang atau beberapa orang di suatu tempat dan suatu waktu, kita ngga akan sendiri!

Indonesia ituh kondusif bahkan alamnya, setidaknya hingga 26 Desember 2004. Itulah pertama kalinya Helda tau ‘itu yang namanya gempa bumi’.

Yang Helda hargai dari kehidupan adalah: “Kita ngga akan tau kejutan apa yang ada di hari esok”. Kalimat ini adalah yang paling Helda suka. Kalimat ini yang ngebuat Helda ngga pernah menyerah ketika ada masalah yang sangat besar sekalipun karena Helda yakin kehidupan terus berjalan dan masalah akan ada titik selesainya. Kalaupun ada masalah timbul lagi pasti akan ada jalan keluar lagi.

Helda w/ Mbak Leonita Julian

Tentang simbol diri

Helda bingung harus melambangkan diri Helda menjadi suatu benda. ‘REMAJA’ cocok kali ya melambangkan Helda. Pertama, karena Helda sedang mengelola blog Helda.info yang punya niche kehidupan remaja dan bertindak seolah-olah seorang remaja walau usia Helda sudah memasuki 20-an. Kedua, memasuki usia tua ini, Helda masih selalu merasa kehidupan masih panjang karena ada lebih banyak impian muluk dalam kepala Helda yang ingin diwujudkan.

Tentang imajinasi Indonesia 2030

Ketika itu usia Helda 39th, saya akan mendengar dan menyaksikan remaja-remaja Indonesia yang kreatif dan tau cara menjalani hidup ‘dengan aman’. Semua melakukan kegiatan positif apakah di ranah online atau offline. Saya juga akan mendengar dan menyaksikan ortu-ortu yang sangat peduli terhadap anak-anaknya.

Orang-orang menjalani hidup dengan ‘senyuman’. Swear, ketika Helda menulis ini, Helda membayangkan wajah-wajah ramah Indonesia dan tawa kecil generasi selanjutnya.

Di tahun 2030, Helda masih menulis di Blog Remaja Helda.info dan sudah punya beberapa penulis muda berbagi pengalaman hidup dan memberi konsultasi bagi remaja dan orang tua.

Tentang judul biografi

Wah, yang ini Helda bingung nih. Kata yang terpikir cuma: H.E.L.D.A. Kalu kesempatan bikin buku, Helda mau buat buku ‘Tips Remaja Mandiri Tanpa Ortu’. #OOT

Tentang hal konyol dalam hidup

Saya jalan berdua dengan temen. Temen cewe saya ini memang orangnya ceplosan. Dia nyeletuk gini pas jalan di belakang Helda: “Bokongmu menggoda ya, Hel!”. Sebelumnya juga Helda malu pake celana (ketat) karena punya bokong gede. Ditambah lagi kejadian itu. Itulah kenapa Helda ‘anti celana jeans’. Akhirnya dipublikasikan juga. ;p

Artikel Helda.info ini diikutkan dalam program “Rubrik Kolaborasi Bukik Bertanya”.

Yang Nyangkut dari Mesin Pencari:

kata kata untuk sang pejuang anak anak muda, pengalaman hamil diluar nikah, Cerita pengalaman masturbasi, cerita pengalaman hamil diluar nikah, pengalaman masturbasi, Cerpen masturbasi, hamil di luar nikah, masa remaja, cerpenmasturbasi, helda waty sihombing

About Remaja Helda

@Helda, 20-an, Tidak NORMAL Tapi SPESIAL. Psikolog otodidak kehidupan remaja, Full-time blogger, living from writing and sometimes speaking.
This entry was posted in Cuap Helda and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

12 Responses to Bukik Bertanya: HELDA – Pejuang Masa Remaja

  1. Berasa baca otobiografinya helda nih. Cukup panjang dan berlika-liku juga ya jalan hidupmu hingga jadi helda yang sekarang.

    Bagian yang paling mengejutkan buatku tuh, tentang adik helda yang hamil di luar nikah itu. Kok bisa sih? Jadi sekarang kamu punya ponakan yah?

  2. kanker hati says:

    sedih denger adiknya hamilm diluar nikah,sabar ya,,semoga banyak rejeki dan dilindungi alloh,, semua pasti ada jalan keluarnya,,semangat terus ya

  3. Asop says:

    ….saya gak bisa berkomentar apa-apa.. :cry: :cry:

  4. dinneno says:

    Intinya semua perjalanan dan pengalaman hidup pasti ada sesuatu yang sudah diatur Tuhan untuk kita.
    Semoga Helda berkesempatan membuat buku yang bisa menginspirasi Remaja Indonesia, amiin :D

  5. hendrapanic says:

    wow, perjalanan hidup yang cukup berliku dan berat.

    semoga apa yang di cita2kan terwujud :D

  6. sibair says:

    Kata mas Frenavit kamu mirip mbak Leoni, Hel. hihihi

  7. a! says:

    membaca cerita ini kok jadi makin yakin, setiap orang itu luar biasa. tinggal sisi mana yang bisa diceritakannya.

    ceritamu menyentuh. tahulah aku sekarang kenapa kamu sering pake tagar ortu remaja itu. salut bener..

  8. blogwalking ya
    sambil nyimak
    :D

  9. Pingback: Kolaborasi Bukik Bertanya Seri 1 | Bukik Ideas

  10. Pingback: Bukik Bertanya: Undangan untuk Berkolaborasi | #BlogBukik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>