Saudaraku Bunuh Diri!

by Remaja Helda on July 31st, 2009
10 CommentsComments

Pada postingan blog remaja kemarin, kita telah tau beberapa penyebab seorang remaja melakukan tindakan bunuh diri, begitu juga tindakan preventif oleh keluarga dan orang terdekatnya. Tetapi, terkadang keluarga bisa kebobolan. Mereka tersentak ketika tau salah satu anggota keluarga – misal seorang anak remajanya mengakhiri hidupnya sendiri!

:(

Orang tua boleh jadi sangat terpukul. Tidak terlepas saudara kandung dari remaja yang bunuh diri tersebut. Andaikan itu terjadi ke dirimu, apa yang bakal kamu rasakan dan apa yang dapat kamu lakukan?

Kalau ditanya bagaimana perasaanmu jika kakak atau adikmu meninggal karena bunuh diri, pasti jawabnya adalah sedih, terkejut, kecewa, dan bahkan merasa menyesal dan bersalah. Ngga terkecuali Helda. Apalagi, kalo dulunya kalian adalah kakak-adik yang tidak akur, sering berantem, dan kitanya sendiri juga sering banget melontarkan kata-kata kasarnya ke dia.

Kita berkata dalam hati: “Pasti ini gara-gara kata-kataku kemaren… Kalau saja aku ngga ngomong gitu ke dia. Pasti dia ngga akan ngelakuin ini…”

Penyesalan dan rasa bersalah itu wajar, kejadian kek gini ngga mungkinlah ngga traumatis! Namun, kita ngga akan bisa mengendalikan kehendak saudara kita itu kan? Kita sudah mencurahkan perhatian atau ngga, semuanya ada di tangan dia kan? Nah, kalo gitu, sudahi penyesalanmu setelah beberapa waktu, mulailah hidup baru…

:)

1. Hindari untuk berandai

Kalo sudah ada ‘kejadian’, sering kali kita seperti ingin kembali ke masa lalu. Frasa “seandainya saja…” ataupun “kalau saja…” selalu mengiang di pikiran. Di otak selalu mengulang-ulang cerita tersebut, dan kemudian berusaha memperbaiki segala yang ‘salah’. Bisa gila, Helda pikir.

X(

2. Jangan ingat-ingat pertengkaran kalian

Sama seperti poin pertama tadi. Setiap kita ada salah sebelumnya, pertengkaran, atau kata-kata kasar yang kita lontarkan, membuat diri merasa bersalah banget, merasa bukan kakak/adik yang baik, menganggap hal tersebut dan bahkan menganggap diri sendiri adalah penyebab saudara kita mengakhiri hidupnya.

:(

3. Curhat dengan Orang Terdekatmu

Helda tau ngga mudah untuk menghadapi hal ini. Ergh! Rasanya ingin teriaak, memukuli diri sendiri, dan sebagainya. Oleh karena itu, jangan dipendam sendiri yah. Kamu masih punya banyak orang di sekelilingmu, kamu bisa cerita sama mereka. Lega banget rasanya jika ada yang mau mendengarkan, bener ngga?

Kesimpulannya, kamu boleh merasa sakit hati, kecewa, ada rasa penyesalan dan bersalah, asal masih dalam tahap yang wajar. Gimana pun, seperti yang udah Helda singgung di paragraf sebelum-sebelumnya, kita ngga bisa mengendalikan kehendak orang lain. Semua keputusan apakah dia nekad melakukan tindakan bunuh diri atau ngga ada di tangannya sendiri.*

;)

Okeh! Tetep semangat…

*Helda sendiri ngga pernah ngalamin kejadian kek gini. Tapi, Helda tau koq gimana rasanya kehilangan orang yang dikasihi – karena Helda juga pernah ngalaminnya walau bukan karena kasus bunuh diri.

Yang Nyangkut dari Mesin Pencari:

cerita adik kandung, cerita masturbasi dengan kakak kandung, Crita seks kakak adek, pendapat psikolog soal pembunuhan kakak oleh adik kandung, remaja bunuh diri, remaja dan saudara kandung

Postingan Terkait:

  1. Bunuh Diri: Pembunuh Senyap Para Remaja
    Di artikel blog remaja beberapa hari yang lalu, Helda sempat...
  2. Membuat Orang Lain Merasa Bersalah
    Ada kecenderungan di pihak kita untuk menyalahkan orang lain ketika...
  3. Cara Mutusin Pacar Tanpa Nyakitin Hati Tapi Berkesan
    Cara mutusin pacar tanpa harus nyakitin hatinya? Kayaknya ngga ada...
  4. Mama Meninggal!
    Postingan Helda hari ini untuk mengenang Mama-nya Helda. Helda kangen...
  5. Krisis Kepercayaan Diri
    Gila banget, lewat sebulan udah Helda kaga update blog remaja...

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Categories: Keluarga

Comments

Feed
Trackback URL

Leave Comment

Commenting Options

Alternatively, you can create an avatar that will appear whenever you leave a comment on a Gravatar-enabled blog.

Switch to our mobile site