Semangat Kebersaman & Olimpiade Sains

Olimpiade Sains Nasional dalam waktu dekat ini bakal diselenggarakan, kabar-kabarnya awal Agustus 2009 nanti (CMIIW). Sementara itu, Olimpiade Sains seleksi tingkat provinsi bakal dijadwalkan beberapa hari lagi, dan Olimpiade Sains tingkat kabupaten/kota sudah dilakukan di bulan Maret. Tentunya ini semua dilakukan untuk sukses menghadapi Olimpiade Sains Internasional.

Membawa nama harum Indonesia dan menunjukkan kemajuan pendidikan di Indonesia.

Setiap tahun yang Helda tahu, Indonesia pasti tidak akan “malu-maluin”, yang ada malah selalu percaya diri dan optimis. Dewi Fortuna, eh bukan, kenyataan juga berpihak pada Indonesia.

:)

Nah, berbalik dengan rasa percaya diri anak dan remaja Indonesia yang maju dalam Olimpiade Sains Internasional tersebut. Iya.. buat bangga memang, akan tetapi juga sangat miris. Di surat kabar yang saya baca hari ini, atau di pidato-pidato serta motivasi-motivasi di penataraan-penataraan dikatakan kemenangan Indonesia dalam Olimpiade Sains bisa jadi motivasi buat para murid dan guru.

Memang jadi motivasi, namun hanya dalam hati saja!

Coba lihat siswa-siswi yang ada di pinggiran sana, apakah mereka bisa merasakan nikmatnya belajar? Punya guru-guru pembimbing yang setia memotivasi mereka? Yang setia untuk mengajari mereka? Punya sekolah yang nyaman? Punya tim sukses menghadapi Olimpiade Sains?

(Untuk Ujian Nasional punya tim sukses, koq yang beginian kaga ada?)

;))

Sering kali di setiap sekolah, mereka tidak punya tim sukses bagi siswa-siswa yang akan maju di Olimpiade Sains - dan biasanya ini terjadi di tingkat kabupaten dan provinsi. Makanya, ngga jarang kita lihat, pemenang Olimpiade Sains kalo udah di tingkat provinsi pasti itu-itu aja.

Belum lagi, siswa-siswa selalu dituntut belajar tetapi tidak dibekali oleh guru pembimbing mereka. Yang ada mereka disuruh belajar sendiri, mencari contoh-contoh soal yang akan diujikan, dan bila ada yang tidak tahu baru dipersilahkan tanya ke guru. Dan itu semua dilakukan ketika sudah dekat tiba Olimpiade Sains.

Untuk tingkat kabupaten dan kota bolehlah seperti itu. Tapi, untuk tingkat provinsi? Itu namanya maen-maen, Bu, Pak! Ngga serius.

:-"

Ini nih. Sikap mental yang tertancap di kepala para peserta dan guru serta pihak sekolah lainnya (terutama sekolah-sekolah yang terpinggirkan atau tidak pernah ‘maju mewakili’). Karena sekolah dan siswa yang maju itu-itu saja, yang lainnya pada keok duluan. Tidak ada pengorbanan tenaga, pikiran dan finansial demi siswa-siswanya.

Bukankah ini namanya mematahkan cita-cita si siswa? Padahal dia ingin sekali bisa merasakan nikmatnya “mewakili” di Olimpiade Sains tingkat Provinsi, berarti dia akan bertarung di Olimpiade Sains Nasional (OSN), namun apalah daya…

Mulai dari bersaing dengan siswa-siswa lainnya dalam satu sekolah, dia belajar sendiri. Kemudian, dia menantang siswa dari sekolah lain di satu kecamatan, masih sendiri. Olimpiade Sains seleksi tingkat kabupaten/kota pun menyambutnya, dia tetap sendiri. Akhirnya, dia berhasil menikmati tawa-riang di karantina Olimpiade Sains tingkat provinsi, tetap dia sendiri.

Beugh… Sepertinya buat sekolah-sekolah yang ‘terpinggirkan’ dan ngga pernah maju untuk ‘mewakili’ itu harus berpikir ulang deh. Cukup sekali aja berpikirnya, dan tanamkan semangat ‘motivasi’ yang disebutkan di awal tadi - yang banyak dikoar-koarkan di seminar, penataran atau apalah namanya itu.

Sarana dan prasana yang tidak merata disediakan oleh pemerintah boleh jadi salah satu alasan. Tapi, bukan itu inti permasalahannya. Yang jauh lebih membanggakan dari semuanya adalah ’semangat kebersamaan dan rela berkorban’.

Pihak sekolah dan guru setia mencurahkan tenaga, waktu dan pikiran serta finansial bagi murid-murid kebanggaannya untuk menghadapi Olimpiade Sains - sudah lebih dari cukup!

:x

*Jeritan hati seorang remaja yang pernah duduk di sekolah ‘terpinggir’.

Postingan Terkait:

  1. Budaya Instan Lulus Ujian Nasional
    Dulu waktu Idol-idol-an itu sedang merebak, pembahasan mengenai yang instan-instan juga ngga kalah! Hehehe. Banyak perdebatan soal artis instan itu...
  2. Caper Sama Guru, Salah Ngga Sih?
    Caper sama guru? Salah ngga ya, salah ngga ya? Kalo menurut kamu gimana, silahkan tinggalkan komentarmu di kolom isian komentar...
  3. Cara Belajar Agar Lulus UN
    Beberapa waktu lalu, saya pernah posting mengenai “Budaya Instan Lulus Ujian Nasional”. Pengen nepatin janji untuk cerita-cerita soal cara-cara dapat...
  4. You Know I’m No Good
    I cheated myself, Like I knew I would I told you I was trouble, Yeah, you know that I’m no...
  5. Pengendalian Diri oleh Remaja
    Ketua DPRD Sumut Tewas dalam Demo Anarkis, Diduga Karena Dikeroyok oleh Pendemo. Itu-itu saja yang saya dengar, baca, dan tonton...


Mau dapetin tips, download dan cerita remaja terbaru dari Blog Remaja secara gratis? Masukin email, klik OK, trus cek email-mu utk aktivasi:


Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

tempat ngumpul blogger indonesia

19 Comments

Leave a Reply