Bagaimana Remaja Menanggapi Pikiran Seks?
Beugh… Ngobrolin tentang seks emang kaga’ pernah ada habisnya! Khususnya buat para remaja nih. Ngga klop-lah kalo’ lagi ngobrol bareng teman-teman, humor cabul itu ndak ada. Cerita seks ala remaja emang top markotop! Loh?
Cerita seks ala remaja koq dibilang top markotop, Hel? Hihihihi… Saya juga ndak begitu paham kenapa bisa begitu. Ngasal nih…
![]()
Yang pasti, yang namanya remaja pasti selalu diidentikkan dengan seks. Loh? Apalagi ini? Maksudnya gini lho, karena remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, bukankah remaja masih labil, diombang-ambing karena statusnya belum jelas?
Lalu, apa hubungannya dengan seks? Nah, di masa remaja, tentunya perubahan banyak terjadi, mulai dari keadaan psikologi remaja hingga fisiknya. Rasa penasaran seorang remaja akan begitu kuat akan hal-hal yang tergolong baru seperti seks! Intinya dorongan seksual begitu kuat pada masa-masa ‘mekar’ ini.
Akh! Banyak basa-basinya nih, Helda… Hihihihi…
![]()
Sering ketika kita asyik browsing, eh, tiba-tiba muncul gambar-gambar mesum? Atau ketika jalan-jalan di taman, ngelihat gadis cantik, jantung langsung berdesir dan tiba-tiba pikirannya jadi aneh-aneh deh. Adegan seks tiba-tiba dalam posisi ‘play’ di dalam otak.
![]()
Gila, deh! Pertanyaannya, bagaimana kita (para remaja) menanggapi pikiran-pikiran cabul tersebut? Apakah biasa-biasa saja… Hmm… Menurut banyak orang berfantasi seks itu tidaklah salah, dan bahkan cerita seks yang ada di dalam pikiran itu bukan secara tidak sengaja!
Kalau menurut saya, terserah apa orang lain bilang: Normal sebenarnya jika seorang remaja tiba-tiba memikirkan soal seks. Tapi, ada tapinya nih… Hal tersebut bukanlah disengaja! Ingat itu lho, tidak sengaja.
Kalau begitu, masalahnya sekarang, bagaimana kita akan merespon pikiran-pikiran cabul tersebut? Itu dia!
Gini lho. Ketika kita terbiasa ‘mengikuti arus’, bukankah diri kita ini seperti bukan milik kita? Kita membiarkan tubuh dan pikiran kita diatur oleh ‘arus’ tersebut. Kita sama saja dengan seorang anak-anak. Tidak mampu mengendalikan diri. Agak keras gitu ya, kata-kata si remaja ini. Hehe.
Coba deh, Anda tanyakan ke diri Anda masing-masing, ketika Anda berhasil melawan hasrat ‘daging’ Anda, rasa-rasanya Anda berwibawa gitu kan. Tidak ada cacat dan cemar. Hati pun ikut bersih.
![]()
N.B: Artikel ini kelihatan berantakan dari sudut pandang saya. Janji deh, bakal ada revisinya. Maklum remaja aneh ini belum mandi 2 hari. Jadi, ngga’ konsentrasi.(Buka aib!)
![]()
Postingan Terkait:
- Tips Melawan “Pikiran Seks”
Kemarin kita cerita “bagaimana menanggapi pikiran seks”, hari ini kita lanjut ke episode kedua ya… Tips menampik pikiran seks! [Bukan... - Kaum Homoseks - Bagaimana Kita Menyikapinya?
Dalam terbitan sebuah surat kabar kota Medan hari Minggu (29/03), ada berita yang kembali menyinggung mengenai kaum gay atau homoseks.... - Seks Bentuk Lain!
Ngomongin soal seks memang tak akan ada habisnya! Gimana nggak, Bo’! Ragamnya banyak. Hehe. Akan tetapi, pada saat ini saya... - Lumrahkah Seks Pranikah?
Banyak beberapa orang telah menganggap berhubungan seks sebelum menikah atau yang sering disebut sebagai seks pranikah adalah lumrah. Keperawanan maupun... - Tidur Bagi Remaja - Dewasa Muda
Apakah Anda cukup tidur atau apakah tidur Anda berkualitas? Mungkin ada yang menjawab ya dan tidak. Ya cuman itu pilihannya... - Pengendalian Diri oleh Remaja
Ketua DPRD Sumut Tewas dalam Demo Anarkis, Diduga Karena Dikeroyok oleh Pendemo. Itu-itu saja yang saya dengar, baca, dan tonton... - Tidur Sedikit Mens Sedikit
Bosan juga cerita cinta-cintaan mulu! Hehe (karena besok juga bakal balik ke cinta lagi). Nah, hari ini entah kenapa saya...
Tags: adegan seks, akh, aneh, cerita remaja, cerita seks, dewasa, dorongan, gadis, gadis cantik, gambar mesum, helda, hihihihi, jalan jalan, jantung, kaga, kita kita, kuat, masa masa, mekar, pasti, pengendalian diri, remaja, Seks, seksual, sering, wibawa




Tes emoticon..
Emoticon favorit-ku nih ->
sebenarnya seks memang menarik minat semua usia, bukan hanya remaja…
tapi pengetahuan soal seks memang perlu, paling tidak agar kita tau sebatas mana yang bisa dilakukan (halaah)
hihihi…kalo soal sex, aku ga mau macem2 ah, takut kenapa2
pengendalian diri perlu diprioritaskan, karena setiap tindakan biasanya didahului dengan fikiran, maka fikiran musti dibiasakan untukdikendalikan…; nah termasuk berpikir dan bertindak tentang seks…. semoga
*nylonong pura2 gak tau klo tulisan ini buat cewek
Ngomongin seks memang gak bakal ada habisnya, karena dengan seks lah manusia bisa berkembang biak.
iya bila terkendali semua terasa lebih baik
Kenapa pikiran seks kudu ditampik? Salurkan saja dengan benar. Penyaluran “pikiran’ seks tidak harus “ngeseks”, tetapi dapat disalurkan melalui olah raga dan kegiatan-kegiatan lain.
ups… aku dah baca
padahal baru ada warning di bawah : cowo nda bole baca :
aku ama temen2 sering bgt tuh ngomongin humor2 banyolan2 ttg seks, asik sih, dan ga bakal garing
wah memang kalo yang 1 ini sangat perlu dikendalikan, kalau meletus tanpa disadari bisa gawat
“
Pengendalian diri.. Kendalikan hawa nafsu yang bergejolak itu merupakan salah satu episode penting dalam sejarah perjalanan hidup seorang anak manusia..
[...] kita cerita “bagaimana menanggapi pikiran seks”, hari ini kita lanjut ke episode kedua ya… Tips menampik pikiran seks! [Bukan tips seks [...]
Kalo gw menanggapinya sih, wajar-wajar aja dan bahkan itu normal, jangan bagi para remaja, semua pasti tahu orang tua dah bangka sekalipun masing saja suk ngesek. mending kalo emang ma bininya, tapi brooo, gadis dibawah umur yang jadi korban. bahkan anak kandung sendiri.
memang tidak bisa di pungkiri memikirkan sex itu enak, apalagi melakukannya.
http://efbiai.wordpress.com/
salam
itu harus bro…gw sudah menerapkan itu…
gw udah merasa lebih baik daripada sebelumx..^^
hellow
[...] teman maya dari Yogyakarta. (Tenang, walaupun nama band-nya ada “Horny”-nya gitu, tapi ngga’ bakal buat horny [...]
hihihi
sBeNaR Ea gAyA pAcArAn YaNg KyAK mAnA CiCh SpAYa PaCaRaN iTu LaMa aNd NgAK bOsEnIn
[...] melakukan masturbasi, mereka biasanya memandang orang lain hanya sebagai objek seks, penyalur hasrat seksual mereka. Ada kalimat yang mantap abis dari sebuah buku yang Helda baca: Memandang orang lain sebagai [...]