You Know I’m No Good

by Remaja Helda on February 28th, 2009
11 CommentsComments

I cheated myself,
Like I knew I would
I told you I was trouble,
Yeah, you know that I’m no good.

Itu tuh sepenggal lirik sekaligus merupakan Reff dari lagu Amy Winehouse berjudul “You Know I’m No Good” dari album Back To Black. Desperate gitu ya…

Kita juga kadang kala mengalami, tak luput saya pastinya yang dikatakan masih labil. Perasaan apakah yang saya maksud?

Sudah jelas seperti yang disebutkan oleh lirik lagu si Amy Winehouse di atas. Kecil hati, merasa diri ‘tak pantas’!

Tidak ada alasan untuk berkecil hati sebenarnya. Malah seharusnya merasa bangga, karena kita bukanlah orang yang bisa dikatakan sebagai orang-orang yang tidak punya keistimewaan apa-apa. Akan tetapi, ya begitulah… Ntah kenapa perasaan ‘tidak pantas’ ini tiba-tiba muncul.

Lho, jadi kenapa perasaan kecil hati ini bisa muncul ya? Yang jelas kita manusia yang tidak sempurna. Itu berarti hati kita sendiri tidak bisa merasakan semuanya sempurna. Selalu cenderung merasa apa yang kita miliki atau lakukan pasti ada cacatnya! Seperti berpenyakit! Nah, jika kita merasa seperti itu, bukankah dengan pekerjaan dan apa yang kita miliki, kita pun akan merasa tidak puas?

Rasa tidak puas dan merasa sesuatu yang kita punya ini ‘cacat’ lah yang membuat kita merasa kecil hati ataupun minder. Walau kita dipuji oleh banyak orang, ntah kenapa, kita merasa bahwa itu semua ‘tidak benar’! Hanya sebuah kamuflase!

Serem gitu ya paragraf di atas! Saya tidak bermaksud mengajak Anda untuk mencurigai semua orang yang ada di sekeliling Anda ya… Peace!

:D

Jujur deh, Anda pernah merasa seperti itu?

Oke, balik ke topik kecil hati tadi. Kalau saya bilang, tak ada gunanya perasaan seperti itu! Mau menarik diri dari lingkungan dan pergaulan? Apakah kita akan merasa nyaman seperti itu, mengikuti hati kita yang kadang cenderung maunya yang aneh-aneh? Begitukah?

Hmm… Kita harus berpikir berkali-kali untuk itu. Pernah mencoba menarik diri dan menyendiri? Ingat ‘menyendiri’ yang saya sebutkan di sini bukanlah berarti ‘merenung’, memotivasi diri sendiri dan menyendiri untuk mengintrospeksi diri atau apalah itu namanya. Melainkan ‘menyendiri’ yang hanya akan membuat diri kita terpuruk dalam kesendirian dan malah mencurigai orang-orang yang ada dalam hidup kita! (Kalau sudah akut bisa disebut hikikomori)

:-?

Perasaan ‘tidak pantas’ tadi akhirnya akan membunuh kita pelan-pelan. Tidak ada lagi daya kreativitas yang muncul ke permukaan. Tubuh serasa mati. Hati pun menjadi tumpul dan dongkol sendiri. Otak dipenuhi dengan kecurigaan, dan sebagainya.

Itukah yang kita mau? Tentu tidak, bukan?

Bukan juga kita harus begitu Pe-De (baca: percaya diri). Semua juga harus seimbang. Tidak salah sebenarnya perasaan kecil hati kadang muncul, namun sekarang, apakah kita akan mengikuti kata hati kita yang tidak jelas itu?

Yakinlah bahwa kita bisa!

“Mungkin saya bukanlah apa-apa, tapi koq orang-orang ‘tersenyum’ pada saya dan bahkan mengacungkan jempolnya?”

Apa yang ingin kita bantah lagi? Tidak ada! Seharusnya kita bangga, bukan? Tak ada yang harus dicurigai. Kalaupun semua hanyalah ‘topeng’, tidakkah ini saatnya membuktikan bahwa kita benar-benar bisa! Menarik diri bukanlah jalan satu-satunya. Jadi, intinya adalah lakukan yang terbaik!
:wink:

Yang Nyangkut dari Mesin Pencari:

remaja labil, cara mengatasi remaja labil, perasaan labil, mengapa remaja labil, remaja yang labil, remaja yang masih labil, remaja adalah masa labil, mengapa remaja labil?, perasaan kecil hati, Cara menghadapi cowok labil

Postingan Terkait:

  1. Remaja Tapi Dewasa
    Kemarin kita sempat ngebahas lagunya Amy Winehouse “You Know I’m...
  2. Menghadapi Remaja yang Labil (?)
    Sudah tentu bahwa masa remaja adalah masa yang paling labil...
  3. Pengaruh Musik Terhadap Kecerdasan Emosional Remaja
    Kaga’ bisa hidup tanpa musik? Sah-sah saja sih. Ya, walaupun...
  4. Makin Buruk, Makin Keren!
    Sebelum blog remaja ini sempat down tahun lalu, saya pernah...
  5. Di Mana Berada, di Situ Masalah!
    Bingung juga mau kasih judul apa postingan kali ini. Tapi,...

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Categories: Cuap-cuap, Psikologi Remaja

Comments

Feed
Trackback URL

Leave Comment

Commenting Options

Alternatively, you can create an avatar that will appear whenever you leave a comment on a Gravatar-enabled blog.

Switch to our mobile site