Pengaruh Musik Terhadap Kecerdasan Emosional Remaja

Kaga’ bisa hidup tanpa musik? Sah-sah saja sih. Ya, walaupun sebenarnya saya kurang setuju dengan pernyataan tersebut – “Tak Bisa Hidup Tanpa Musik”. Kapan-kapan kita bahas ya. Hehehe.

:mrgreen:

Balik ke topik kita hari ini. Ciee.. Istilahnya ituu.. Topik ya, Bo’! [Well anyway, kayaknya di setiap postingan saya istilah "Bo" itu ngga' pernah lewat ya.].

Di postingan saya beberapa minggu pernah membahas mengenai pengaruh tidur terhadap kecerdasan emosional seorang remaja. Nah, kali ini saya senang mengutarakan isi hati saya mengenai pengaruh musik, yang juga saya alami selama ini, mungkin juga remaja-remaja lainnya termasuk Anda (yang tidak remaja lagi. Hehe.)

:P

Akan tetapi, kali ini lebih menitikberatkan ke remaja dulu ya, Bo’. Soalnya masa remaja itu kan masa paling labil dan lebih gampang terpengaruh oleh lingkungan dan suasana sekitar mereka, termasuk musik!

:wink:

Saya sendiri sering mengalami hal yang seperti ini. Di saat saya berada dalam keadaan yang benar-benar putus asa, saya malah mendramatisir keadaan dengan mendengarkan lagu-lagu yang menghipnotis keadaan hati yang makin terpuruk. Wuih! Bisa-bisa bunuh diri…

Sebegitu mengerikannyakah musik terhadap kestabilan seseorang? Menurut saya, ya! Yang pasti sekadar intermeso, saya sering menyebut-nyebut jenis musik “Psychedelic” jika sedang ada yang berkonsultasi mengobrol dengan saya mengenai musik.

Dari Wikipedia dan blog saya yang terdahulu, saya kutip mengenai jenis musik yang satu ini:

Jenis musik ini dapat menyebabkan halusinasi, perubahan persepsi, sinestesia, ketakutan, perasaan mistik dan psycho.

Oke. Yang pasti di sini kita tidak akan membahas soal genre musik ini dan itu, namun pengaruhnya terhadap kejiwaan seorang remaja. Ada yang bilang:

“Ngga ngaruh apa-apa tuh waktu saya dengerin lagunya SORE yang ‘Pergi Tanpa Pesan’!”

Yup! Kalau didengeri sambil-lalu sih kaga’ bakal terjadi apa-apa. Tapi, coba deh dihayati lirik lagunya dan setiap petikan nadanya:

Jauh perjalanan, mencari intan pujaan
Aduhai…
Dimana puan, mengapa pergi tanpa pamitan

Lembah kuturuni, bukit nan tinggi ku daki
aduhai…
Tak kunjung jumpa, mengapa hilang tak tentu rimba

Laut hempaskanku padanya, bintang tunjukkan arah
Oh angin bisikkanlah malam ini

Hati cemas bimbang, harapan timbul tenggelam
Aduhai…
Permata hati, mungkinkah kelak berjumpa lagi …

Oh angin bisikkanlah malam ini
Hati cemas bimbang, harapan timbul tenggelam
Aduhai…
Permata hati, mungkinkah kelak bersua lagi.

Intinya jangan pernah memaknai lagu-lagu seperti ini terlalu dalam. Apalagi jika sedang dalam depresi. Hehehe. Bisa berabe mah!
:roll:
Bukannya termotivasi, sadar diri, dan optimis serta empati, yang ada hanyalah terpuruk dengan kesendirian dan egois.

Lalu, bagaimana cara mengatasinya, Helda?

Bukankah lagu-lagu melankolis dan genre yang saya sebutkan di atas bisa menmbuat mood yang buruk, kenapa tidak mendengarkan lagu-lagu yang ceria untuk mengubah mood yang tidak baik tersebut menjadi lebih ‘ceria’!

Kalau begitu apakah tidak boleh mendengarkan genre Psychedelic dan beberapa yang lainnya? Tentu saja tidak! Kita (remaja) boleh-boleh saja menerima melodi-melodi seperti itu, terlebih lagi kita kan tidak menutup diri. Asalkan… Tahu batas-batasnya!*)

:wink:

Semoga bermanfaat!

*) Di beberapa momen, memaknai suatu musik mungkin penting untuk bisa menjiwai apa yang sedang dia lakukan. Misalnya saya, jika sedang menulis cerpen yang bertema melankolis, keputusasaan dan sebagainya, jari-jari saya selalu dibarengi oleh musik supaya dapat ‘feel’-nya.


Yang Nyangkut dari Mesin Pencari:

pengaruh musik, pengaruh musik klasik, pengaruh musik terhadap remaja, pengaruh musik bagi remaja, pengaruh musik terhadap emosi, musik dan remaja, pengaruh musik terhadap kecerdasan, pengaruh musik bagi pelajar, musik dan kecerdasan, remaja dan musik

39 thoughts on “Pengaruh Musik Terhadap Kecerdasan Emosional Remaja

  1. Musik itu pastinya ngaruh banget deh sama psikologis remaja.

    Makanya, sekarang aku jarang denger lagu-lagu cicintaan yang nggak mutuuu! Soalnya nggak mau jadi tong sampah industri sih…

    Paling kalo dengerin lagu mah yang bisa bikin moodku bersemangat, em.. kayak lagu apa yah.. Pokoknya ada deh.. :P

  2. Ada semacam keterwakilan seseorang dalam musik…maka mengapa ada seseorang menyukai slank tp tidak menyukai dangdut misalnya…kalo apakah seseorang bisa terpengaruh dengan sebuah lagu apa enggak..jadi ingat jaman pak harto tempo dulu….betharia sonata sampai dilarang nyanyi gara2 lagunya dianggap cengeng….masing2 orang mempunyai kepekaan tersendiri…tidaks etiap lagi berakibat sama pada masing2 orang….

  3. saya baru tau music sore itu termasuk Psychedelic.

    music memang berpengaruh terhadap kehidupan seseorang apalaagi kalau orangnya hidup dari musik huhuhu

  4. hmm.. iya2 tu,
    waktu ada psantren kilat, yang ngasih materi juga pernah bilang kek gitu~

    jangan suka dengerin lagu2 yang liriknya sedih apa apaaa gitu ya, lupa :D
    poko’nya yang lirik itu menceritakan ke’down’an seseorang deh, hehe

    oiya, salam knal yah ^^

  5. wah masih aktif juga nulis di blog ya? maju terus Hellda. kalau musik, sudah pasti salah satu syarat saya buat “hidup”.hehe. i can`t live without music. tentang music psychedelic, coba deh simak musik2nya Mazzy Star terutama yang Fade in To You. itu psychedelic banget. tapi seringkali music psychedelic diidentikkan dengan mengkonsumsi halusinogen dam magic mushroo.jangan sampe ya…

    ——–
    Helda: Iya, Dok.. Masih aktif. Tengkyu rekomendasinya, Dok. Dan, ngga sampe’ mengonsumsi yg Dokter sebutin pastinya… :mrgreen:

  6. Sebaiknya klo lg stress jgn suka sendirian. Gara2 denger lagu patah hati nanti malah makin terpuruk. Ya namanya juga remaja, pasti labil… Kasian… *eh kok jd kasian pula ya hahaha…

  7. ooo ternyata maksudnya lagu yang kayak gitu… :D hehehe

    eh tapi tau ga dek….
    hampir senada denganmu, yang mengatakan keknya biasa2 aja tuh waktu dengar lagu2 psychadelic gitu nah…kata2nya orang lagi nih (riset) musik itu sebenarnya ga ada ngaruh sama kecerdasan… :D termasuk kecerdasan emosional :D hehe
    pasti sering dengar kan ttg musik keras katanya bisa membuat orang jadi destruktif ? ha… itu salah, sebenarnya karena performance dan kebiasaan keras yang diasosiasikan dengan musik keras itu lah justru yang bikin orang tsb jadi destruktif, kebayang ga nyanyiin lagu “KORN” tapi ga pake goyang2 dan ga pake jingkrak2…

    dan ttg musik klasik katanya bisa membuat kecerdasan emosional meningkat.. hiks.. katanya sih ga terbukti. malah sekarang banyak yang membuktikan ketidak benaran mozarts effect…

    nah… tapi satu yang pasti..
    denger musik yang santai pasti bikin kita jadi relaksasi…

    ahh… panjang kali pun komen aku ya ?

  8. Pengertian musik di sini mungkin perlu diperluas lagi. SEbuah lagu tanpa lirik pun bisa dibilang sebagai musik. Dan umumnya musik tanpa lirik alias instrumental bisa lebih besar pengaruhnya buat jiwa atau psikis manusia.

    Tapi musik dengan lirik juga bisa berpengaruh positif sih. Tapi tergantung aransemen musiknya dan juga liriknya sih.

  9. kok gtu ya… gw sich klo lg sdh pasti bwaannya pengen dngerin lagu yng sdh jg,but… bknnya senang mlh tmbh sedih…. gmn don`k.?

  10. He he heeeeeeee,kayanya lebay deh gk bs hdup tanpa musik. erna nongol lg nich…. btw,slm y buat tmn2 aku yng ada d nelyan 2 sungailiat.

  11. emang……..
    kdng2 lagu tau music bsa buat qta jd terhnyut suasana,,,

    dngr lgu sdh…jd sdh
    dgr lgu yg smangat jd smangat jga……

    jdi pusinggggggggggg…….!!!!!!!!!!!!!

  12. Pingback: VitaBrainIndonesia
  13. hiyaaa……kacauni…..aq (18thn) ska bgt dengerin musik……
    rock….metal…..blues…..n also….PSCYCHEDELIC kayakpunya radiohead…
    n emang aq ngerasa terbawa jauh ke dunia yg aq sendiri g ngerti……
    rasanya kykdihipnotis….
    ygmauaq tanyain,,adakah cara meminimalisir perasaan itu????

    • Hai, Silcha.
      Untuk meminimalisirnya, spt yg dikatakan di atas, tahu batas-batasnya. Jadi, coba de berusaha utk ‘cuek’ dan anggep lagunya sebatas ‘keren’ aja. Bukan utk dimaknai dalam.

      Oya, kamu jg bs ngedengerinnya, jangan pas malem, yg notabene suasana lg sepi bgt. :)

  14. Saya setuju dengan Mbak Helda, klo musik bisa meningkatkan kecerdasan seseorang,khususnya kecerdasan musikalnya. Sebagaimana Howard Gardner berbicara tentang multiple intelegencies, dimana menurut beliau kita ini ternyata memiliki delapan macam kecerdasan, salah satunya adalah kecerdasan musikal. Sudah barang tentu orang yang mendengarkan musik kecerdasan musikalnya akan lebih baik daripada yang tidak mendengarkannya. Para musisi, seperti Bethoven misalnya adalah orang-orang yang sangat cerdas dalam bidang musikal. Mereka memiliki kecerdasan musikal yang lebih fantastic. Memang mungkin mereka yang mendengarkan musik, klo hanya sekali saja barangkali tidak memberikan pengaruh secara signifikan terhadap dirinya, apalagi klo saat mendengarkannya tidak ada ketertarikan sedikitpun terhadap musik yang dia dengar.
    Namun bila diperdengarkan berulang-ulang, anak kecilpun bisa tampil dipanggung bernyanyi dengan sangat memukau audiens. BRAVO MBAK HELDA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>