Apakah Aku (Remaja) Tukang Ngadu?

by Remaja Helda on February 18th, 2009
25 CommentsComments

“Aku telah bersahabat dengannya selama bertahun-tahun. Dia banyak membantuku selama ini. Akan tetapi, suatu hari aku tahu dia melakukan sesuatu yang salah. OMG! Apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus memberi tahu hal ini pada orang yang berhak tahu? Jika aku melaporkannya, itu berarti aku bisa dianggapnya sebagai tukang ngadu. Namun, jika aku tidak melaporkannya, bukankah hal yang dia lakukan bisa berarti petaka di masa depan? Kemudian, bisa menjadi penyesalan seumur hidup bagiku. Aku tidak mau putus hubungan dengan sahabatku sendiri!”

Kita pasti pernah dan mungkin sering berada dalam situasi dalam monolog di atas. Pada suatu waktu, kita mengetahui hal-hal tersembunyi yang dilakukan oleh teman atau sahabat kita. Ibarat memakan buah simalakama jadinya. Kalau Anda sendiri, apakah yang Anda lakukan di situasi tersebut?

Misalnya, temanmu mencontek/mengopek pada waktu ujian, punya koleksi gambar-gambar atau video cabul, berpacaran diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua, membohongi orang tua mereka, ikut-ikutan dengan remaja lainnya dalam pesta liar, dan sebagainya.

Sering kali yang kita lakukan adalah cuek saja, mencoba berpura-pura tidak tahu sebagai jalan amannya.

Padahal, sahabat sejati harusnya bersama-sama pada waktu suka dan duka. Nah, jika seseorang melakukan perbuatan salah (baca: dosa), bukankah dia berada dalam duka? Ini adalah kesempatan buat kita sebagai sahabatnya untuk menolong dia, bukan?

Saya pernah membaca satu ilustrasi mengenai “melaporkan” ini di sebuah artikel. Diibaratkan bahwa sahabat kita itu menderita diabetes, eh, tahu-tahu, dia melahap apa saja yang menjadi pantangan dia tanpa sepengetahuan yang lainnya. Kebetulan, hanya kita sendiri yang tahu. Nah, apa yang akan kita lakukan? Bukankah demi kesehatan dia, kita akan memberi tahu pada yang berhak tahu?

:wink:

Bukan berarti kita juga asal-asal melapor. Alangkah lebih baik jika kita menasehati terlebih dahulu sahabat kita tersebut. Jika dia benar-benar tidak melakukannya lagi, bagus! Walau begitupun, tetaplah minta dengan penuh respek padanya agar orang tuanya tahu.

Bagaimanapun, jika dia memang sahabat sejati kita, dia akan sadar. Memang, tidak dipungkiri bahwa dia akan merasa kecewa dan malu. Namun, waktu akan menjawab semuanya!

Yang Nyangkut dari Mesin Pencari:

tukang ngadu, dialog drama pergaulan remaja, dialog drama remaja, monolog remaja, drama remaja tentang persahabatan sejati, orang ngadu ayam, NGADU AYAM, psikolog remaja teman yang suka mengadu domba, makalah pergaulan, dialog remaja

Postingan Terkait:

  1. Mengapa Remaja Enggan Cerita Pada Orang Tua?
    Kalau kita punya kesalahan dan orang tua kita tidak tahu-menahu,...
  2. Kapan Saatnya Mengadu?
    Postingan kali ini masih ada hubungannya dengan postingan sebelumnya di...
  3. Haruskah Aku Memiliki Sahabat?
    Tak hanya memiliki teman hidup yang menjadi dambaan setiap orang,...
  4. Tidur Bagi Remaja – Dewasa Muda
    Apakah Anda cukup tidur atau apakah tidur Anda berkualitas? Mungkin...
  5. Kejujuran dalam Berpacaran
    Bagaimana reaksi Anda ketika baru saja putus, mantan pacar Anda...

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Categories: Pergaulan Remaja

Comments

Feed
Trackback URL
  • biarlah waktu yang akan menjawab semua itu…

  • Tergantung motivasi kita apa saat mengadukan dia. Tapi sebaiknya di ajak bicara dulu dari hati ke hati…pasti dia terima…

  • Huh.. itu sih tetep tukang ngadu namanya hihihihi :D

    Kalo dari pengalaman saya sih, saya bener2 uda menjelaskan bagaimana kepribadianku ke temen2ku. Jadi mereka tahu apa yang cocok dengan prinsip saya dan apa yang engga cocok.
    Efeknya, terkadang mereka jadi merasa ga bisa bercerita segala hal pada kita, karena mereka ketakutan terhakimi oleh komentar saya. Ignorance is a bliss sometime..

    Padahal saya komentar juga komentar aja kok, ga pernah sampe memaksa. Walaupun sebenernya komentar saya memang didesain sedemikian rupa untuk membuat mereka memikirkan/mempertanyakan tindakannya ;)

    Dan ujung2nya, kalo mereka dah kepentok, akhirnya tetap curhat juga ketika mereka bisa memecahkan masalah mereka sendiri.

    Untuk bisa menghindarkan diri dari perbuatan ‘tukang ngadu’, kita emang harus bisa jadi teman yang super untuk membuat mereka tetap menjadi diri mereka ;)

    Being ‘straight’ means to hold on your belief, and sometimes, loneliness became your best friend :D

  • memang sebuah posisi yang teramat sulit, dilaporkan resiko “persahabatan” hancur, namun klo tidak kondisi teman yang berbahaya.
    Klo saja bisa dipahami ini adalah untuk kebaikan maka mungkin tidak akan sulit

  • sahabat bukan orang bisa kita ajak untuk tertawa saja, tapi sahabat adalah orang yg bisa kita ajak untuk tertawa dan menangis :)
    biarlah waktu yang akan menjawab semuanya


  • GiE

    Berdasarkan pengalamanku sih, jangan pernah ngadu sesuatu tentang perbuatan temen kita kepada orang yang berhak tau, sebelum kita membicarakannya baik-baik dengan dia.

    Karena kalo diaduin langsung ke pihak berwenang (contoh: ortu :D ), bisa dipastiin hubungan persahabatannya bakal retak!

    Aku pernah ngalamin sendiri loh… Percayalah… Jangan menunggu waktu, dan jangan pula pura-pura cuek-beybeh! :lol:

  • hmm…gimana ya..
    aku termasuk orang yang skeptis soal persahabatan..

    tapi ya tergantung masalahnya juga sih..

    kalo temenku itu nyuri kolor karna kolornya kebetulan basah dan kepepet gada kolor ganti, yadah gpp..

    tapi kalo nyuri kolornya jadi hobi, terpaksa diadukan.. hehe :lol:

  • kalo aku nggak harus ngadu, tapi kasih tahu dan ajak dialog teman kita, kalo dia tahu resiko dan pengobatannya sih oke, tapi kalo enggak ya mau tidak mau tetap melarangnya…

  • itung itung itung
    mana untung mana rugi
    kalo kerugian lebih besar
    ngapain ngadu?

  • kalo menurut saya kita harus melihat dari sisi baik atau buruk nya mba, kalo memang hal tersebut untuk kebaikan tidak ada salah nya jika kita lakukan, betul ga yah :P

  • Kalau saya masih bingung…karena baru mampir di sini….salam kenal

  • terima kasih telah mengingatkan saya…;
    yang mengatakan tukang ngadu biasanya malah lebih suka mengadu-adu,

  • ada saat memberitahu dan ada saat merahasiakan, hatimulah yang bisa mengerti itu…
    hehe..
    yeahhh

  • untung aku ga suka ngadu..hehe…

    tapi kalo masalah kaya gitu harus diaduin tuh…

  • Kalo saya jarang sekali mengadu, klo dalam keadaan itu saya cenderung mengalihkan perhatian dia, sampe dia lupa perbuatan yang nganeh2i

  • Hal yang paling sulit memang menangani kenakalan moral dan akhlaq yg dilakukan oleh remaja2 yg terlalu over memaknai kebebasan ala mereka. Terlebih jika itu memang sahabat dekat dan sekaligus tean dekat kita.

    Dan masukan dari helda aku pikir sudah tepat dan bijak :)

    tapi sebelum itu terjadi marilah kita memproteksi diri dari yg demikian dari sekarang

    Salam Helda :)

  • hehe…
    i just want to say..
    “be careful” !

  • klo untuk kebaikan teman kita sendiri, dibilang tukang ngadu kan gpp.

    mungkin disaat awal dia akan beranggapan kita tukang ngadu, tapi disaat dia menyadari bahwa apa yg kita lakukan itu benar, maka dia akan mengatakan “terimakasih”…

  • comment dulu baru baca

  • hemm.. aku agak sulit kalau soal yang seperti ini. soalnya ga pernah ngadu ke siapa2 sih. selama ini suka menyimpan masalah sendiri :D

  • mungkin, sebaiknya kita pertama dulu yang cerita kepada teman kita itu ya, kalo memang dia tidak mau mendengarkan apa yang kita katakan, baru deh kita cari bantuan orang lain yang mungkin lebih dihargainya… :D

  • [...] kali ini masih ada hubungannya dengan postingan sebelumnya di blog ini. Tukang ngadu ya, Bo’! Banyak yang bilang sebaiknya ngomong dulu sama si kawan [...]

  • sahabat sejati tidak mengatakan yang ‘indah-indah’ untuk menutuoi kesalahan sahabatnya…

    tapi mengatakan yang sejujurnya demi kebaikan sahabatnya…

    karna sahabat melakukan segala hal demi tujuan kebaikan..

    :-)

  • Maen Game RO onlen sama C&C general zero hour nich :D

  • ngadu jangkerik, ngadu ayam, ngadu domba……awasssssss polisiii

Leave Comment

Commenting Options

Alternatively, you can create an avatar that will appear whenever you leave a comment on a Gravatar-enabled blog.

Switch to our mobile site