Membeli Waktu yang Ada!
Maaf beribu-ribu maaf, lama tak update blog ini. Gile, Bo’! Saya baru tahu kalau sekarang adalah hari Kamis - 29 Januari 2009. Saya kira hari Rabu Rebo Kribo. Hufh, karena banyaknya kesibukan lain dan pikiran ini juga harus tersita oleh berbagai hal, ya jadinya gini deh! Saat saya posting artikel tulisan ini, saya belum mandi 2 hari, belum sarapan, rambut makin kriwil tak karuan (tapi tetep lembut lho!), mata bengkak dan item dan sebagainya.
![]()
Sebagai remaja yang masih labil, (Loh, Hel, kamu masih remaja ya? Ya iya lah, lah wong masih 15 18 tahun!) berbagai tekanan yang sangat kecil saja pun bisa membuat saya tidak mood untuk melakukan apapun. Hasilnya blog tidak di-update dan berbagai janji saya pun tak kunjung saya penuhi, padahal saya online dari jam 9 pagi sampai jam 12 malam.
![]()
Oke, satu hal yang harus saya pelajari (dan mungkin juga Anda) adalah bisa me-manage waktu dengan sebaik-baiknya. Istilah keren yang sering saya dengar dan baca adalah “membeli waktu yang ada“. Manusia cenderung bermalas-malasan dan selalu menunda-nunda. Akhirnya, di waktu yang telah ditentukan - semuanya dikerjakan dengan terburu-buru.
Anehnya, kalau saya ingat-ingat masa sekolah dulu. Saya cinta suka dengan si “terburu-buru” ini. Misalnya ketika masa-masa ujian, saya senang menghafal sebelum ujian (biasanya di angkot). Eits… Tunggu dulu! Harus diakui bahwa saya juga bukan asal-asalan waktu itu. Malam harinya, saya membaca buku saya - memikirkan apa-apa saja yang keluar dan kemudian membuat kopekan catatan. Nah, bukankah ketika kita mencatat, otak kita juga meresapnya? Kemudian, di pagi hari, saat otak masih segar-segarnya, makin diasah ingatan samar-samar kemarin malam dengan menghafalkan catatan itu.
![]()
Intinya, semuanya harus di-manage - bahasa Indonesianya adalah dikelola, diatur dan dijadwalkan. Yeah, saya harus memulainya lagi dari sekarang! Hihihi.. Walaupun masih agak berat nih. *Masih terkantuk-kantuk.
Sudah banyak ide untuk posting dan beberapa artikel yang di-request oleh beberapa teman, akan tetapi saya belum sempat-sempat untuk memaksa meminta otak saya untuk mengembangkannya. Selain itu, blogwalking pun saya akan gencar-gencarkan lagi untuk mempromosikan blog ini. (Sepi sangat blog ini sekarang, cuma mengandalkan postingan ini dan gosip fakta ini.)
Tetep stay tune di Helda dot Info | Remaja Juga Bisa! ya… Oya, buat yang mau request artikel yang masih punya ikatan darah dengan blog saya sangat-sangat saya nantikan. Silahkan kirim surat e-mail atau BUZZ saya di Y!M.
![]()
-Update-
Di awal postingan ini tadi, saya tulis 29 Desember 2009. Trim’s buat Pak Marsudiyanto sudah mengingatkan. Jadi malu saya. Gini nih saking sibuknya, sampe’ ngawur.
ops:
Postingan Terkait:
- Cara Membeli Waktu
Di postingan sebelumnya, banyak yang mengatakan bahwa kita tidak bisa membeli waktu tetapi kita bisa menggunakan waktu secara tepat. Waktu... - Ngga Ada Cowok yang Nembak Aku?!
“Kenapa yah ngga ada cowok yang nembak aku???” Pertanyaan yang kerap kali Helda tanyain ke diri sendiri dan temen-temen. Eitss,... - Senin Menyenangkan dengan yang Baru!
Selamat Hari Minggu! Balik lagi ada Helda yang nemenin kamu tentunya cuma di blog remaja! Hehehe… Berasa kayak penyiar aja... - Menghadapi Remaja yang Labil (?)
Sudah tentu bahwa masa remaja adalah masa yang paling labil a.k.a tidak stabil. Perasaan yang ada sangat tidak menentu -... - Widget PageRank yang Unik
What a Beautiful Monday! Hehehehe… Libur yah hari ini? Saya mah baru tahu kalo’ hari Senin yang indah ini libur.... - Remaja Produktif – Remaja dengan Segudang Aktivitas?
Remaja sekolah produktif - yang ada dalam benak saya sewaktu masih di bangku sekolah adalah mereka para remaja yang punya... - Yang Baru, Emang Seru!
Masih dalam suasana UN ya. Suntuk? Ya iya, pasti rasa takut, stres, dan sebagainya menumpuk. Tapi, sebenarnya lebih baik kalo...
Tags: berat, blog, gile, hari, helda, helda dot info, hihihi, ingatan, kamis, lho, maaf, manusia, masa sekolah, masih, nunda, otak, pagi, rabu, rambut, rebo, remaja, remaja ceria, remaja labil, ribu, samar, saya, segar, sekolah, sering, tekanan




dasar inang2, pemalas
Mosok sekarang tanggal 29 Desember 2009 sich…
Apa waktu yang ada dibeli semua?…
Sukses buat Mbak Helda…
bener banget nih.. sebetulnya ketika sekolah dulu, saya juga termasuk orang yang bisa konsen setelah adrenalin memuncak.. alias dikejar deadline.. kebawa ampe kuliah n skripsi itu..
Andai saja tingkat konsentrasi tinggi itu bisa saya hadirkan setiap saat, pastinya hari-hari saya lebih bermakna dan bermanfaat
boleh juga tuh kalo membeli postingan anda saya mau tuh ta jual hehehe
hi…
Hampir sama seh seperti aku, cuman aku maunya merubah waktu. kini kehidupanku dah terbalik.malam jadi siang dan sebaliknya hingga sosialisasiku jarang banget.
Kalo saja bisa di rubah…
Salam…
satuan jual waktunya brp y..??
mau beli dong..
soalna lg kurang waktu nih..
18 tahun memang masih remaja
baru akil baligh hihihi
18 and life, skid row
baru 18 tahun tah? tak kirain udah 58..
sellow.. santai aja, gak ada yang dikejar.. enakan juga sistem SKS (sistem kebut semalam), lha wong jadwal otak saya juga gak jelas kapan segarnya (pagi di kamu belum tentu “pagi” di saya)
tapi tenang, kalau buat rame-ramein blog ini, abang udah subscribe RSS kamu. dijamin singgah kalau ada panggilan
wah…. masih 18 toh… padahal saya kira udah kawin. hehehehe…
aku kekurangan uang nih, tapi kelebihan waktu (untuk dalam sementara waktu ini).
rencana klo bisa menghasilkan uang, maulah kujual waktu ini. he..he..he…he….
tawar menawar pun dibuka
dibeli emang ga bisa, tapi dimanage masi mungkin
wah itu adalah masalah terbesar sekaligus cita-cita saya.
huhuhuhu
saya sangat senang bermalas-malasan dan sering kali di kejar waktu. tapi nanti mudah2an saya masih bisa tetap bermalas-malasan tapi tidak lagi di kejar-kejar waktu.
nge-blog terkadang bukan cuma masalah adanya waktu, tapi juga ide soal topik apa yang hendak di-blog. *nambah alasan* hehehe
Wah sama dong kita..masih 18 taon..hehe
oooo sudah 18 toooo
(padahal mestinya… pake kata ‘masih’)
iya lah.. cepet gede…
smoga pinter2 atur waktu.. jangan kayak aku.. apalagi kayak si okta..
oh iya… sepertinya istilah ‘beli waktu’ … kurang sreg dek.. karena kan emang gratis tis tis
itu tolong dijelaskan dulu samaku, kok bisa pake istilah beli waktu.. huaaa…. dimana sih itu ditulis.. hiks hiks
mantaff… semakin ramai neh blog nya. berkarya teruss anak muda..
BTW, yang jualan waktu dimana tuh..
Sukses buat Helda
[...] Di postingan sebelumnya, banyak yang mengatakan bahwa kita tidak bisa membeli waktu tetapi kita bisa menggunakan waktu secara tepat. Waktu kan gratis! Hehe. Saya tidak mengatakan itu salah, namun entah kenapa (sebenarnya bukan karena entah kenapa) saya suka dengan istilah “membeli waktu”. [...]
hai hilda, salam kenal!!
di pasar sambu ada ga dijual waktu ya????
hehhehhee
sadia hargana ito?
[...] Pertanyaan-pertanyaan di atas bisa kita tanyakan pada diri masing-masing. Bayangin ada banyak saudara kita yang tidak bisa menikmati air bersih, mereka harus ke sungai, kali, kubangan, sumur umum untuk mendapatkan air dan mesti berebut. Bisa minum aja sudah syukur, apalagi mandi. [...]
[...] Ngga mau dapet gelar Mr/Miss Telat lagi kan? *Kalo telat mulu, bisa-bisa ikutan gosong kalo ada bom Marriot lagi. Hehehe. So, selamat belajar mengatur waktu dan membeli waktu yang ada! [...]