Ketika Seorang Remaja Harus…
Bingung sebenarnya saya mau beri judul apa postingan ini. Dan, akhirnya judul postingan ini nyastra banget ya, Bo‘! Hehehe. Dikira orang-orang postingan ini adalah cerpen.
Oke, silahkan baca cerpen saya yang berjudul “Mati” jika ingin lebih mengerti postingan saya kali ini. Halah.. Saya rasa mungkin Anda akan semakin bingung kalau membaca cerpen itu.
![]()
Kehidupan ini punya banyak lika-liku, banyak kejadian yang tak terduga menimpa kita. Awalnya dalam benak diri kita masing-masing berkata semua akan baik-baik saja – akan berjalan sesuai dengan rencana. Akan tetapi, tiba-tiba semuanya harus pupus di tengah jalan. Rasa-rasanya ingin menyerah ditambah lagi dikarenakan orang-orang yang mendukung hilang. Akhirnya harus ’sendiri’.
Bingung dengan paragraf di atas? Hehehe…
Seperti janji saya sebelumnya, saya ingin berbagi cerita mengenai remaja yang harus mengambil peranan sebagai seorang ibu dan sekaligus ayah. Mungkin ada sesuatu yang terjadi di kehidupannya sehingga dia harus kehilangan orang tuanya (keluarga). Setelah itu harus mencoba untuk bertahan hidup dengan adik-adiknya.
Menurut saya akan sulit jika si kakak itu mengambil peranan sebagai orang tua. Ada beberapa alasan, yakni sebagai berikut:
1. Perbedaan umur yang mungkin sangat tipis. Kakak-beradik itu hanya dipisahkan beberapa tahun saja.
2. Si kakak memang tidak tegas.
3. Si kakak mungkin tidak memberikan teladan yang baik.
Lalu, solusinya apa, Helda? Bagaimana si kakak tersebut bisa mendidik adik-adiknya menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan negara? Jawabannya adalah berbalik dari sikap nomor 2 dan nomor 3 yang disebutkan di atas.
Nah, bagaimana dengan nomor 1. Ini dia masalahnya. Sering kali perbedaan umur yang tipis menjadikan seorang adik tidak respek terhadap atasannya. Mungkin dia merasa bahwa dia telah sedewasa si kakak. Bisa menentukan jalan hidupnya sendiri.
Jika si adik memang rendah hati, dengan adanya ketegasan dan teladan dari si kakak, kemungkinan besar – si adik akan berhasil. Sedangkan jika si adik tidak rendah hati, sangat sulit untuk mencapai itu semua. Yang lebih parah lagi, mungkin si kakak tidak menunjukkan teladan.
Hanya saja permasalahannya sekarang, seperti cerita di awal tadi. Mungkin si kakak telah berusaha untuk mendidik adik-adiknya. Namun, tetap dia tidak mampu untuk membuat adik-adiknya respek terhadapnya.
Mau apa dikata? Jika memang itu pilihan si adik yang mungkin adalah ‘remaja yang labil’ itu, tak bisa dipaksakan lagi! Namun, sayangnya tak mudah untuk merelakannya begitu saja. Bagaimanapun, ini semua akan menjadi penyesalan seumur hidup si kakak – terlebih lagi jika si kakak berhasil di kemudian hari.
Apakah itu berarti si kakak tidak boleh menjadi seorang yang sukses? Hmm.. Tentu saja tidak.
Keep spirit ’si kakak’!
Yang Nyangkut:
cara agar menjadi kakak yang dihormati adik, cerita sek ma ortu, cerita seorang kakak terhadap adiknya, cerita sex beda umur, cerita sex kakak dengan adiknya, www ceritahotsex comPostingan Terkait:
- Menghadapi Remaja yang Labil (?)
Sudah tentu bahwa masa remaja adalah masa yang paling labil... - Resolusi “Remaja Juga Bisa!”
Resolusi? Apa itu resolusi? Yang pasti ini adalah hari terakhir...
Tags: adik, ayah, Cerpen, cerpen mati, helda, hidup, ibu, kakak, kakak-beradik, Keluarga, ketegasan, mati, peran kakak, remaja, remaja labil, remaja sukses, remaja teladan, remaja yang labil, respek, teladan,




Padahal si kakak pun masih tergolong labilnya – dia juga masih remaja.
Helda… waduh jadi mengingatkan… Ya, ceritanya nggak jauh beda sama saya, ketika saya harus menjadi seorang kakak, seorang ayah dan seseorang yang bersedia menggantikan posisi kepala keluarga. Mmmm.. saya ngerasain banget sama keadaan cerita dei atas, saya terkadang ngerasa sakit kalo adik saya tidak sopan terhadap saya, saya tidak ingin dihormati tapi jadilah seorang adik yang menghargai pengorbanan orang lain. Mmmm… wah jadi sedih neh… udah ah…
Semangat ya kakak…..
biasanya si adik baru akan menurut apa kata kakaknya apabila si kakak telah terbukti berhasil dan kondisi si adik sendiri masih biasa….
mungkin langkah dalam pendekatannya kurang begitu baik mba..
jika si kakak “mengerti” pasti bisa menurutku…
bukan hanya tergantung pada kakaknya,
si adik juga bisa menjadi panutan.
peran kakak memang sangat penting dalam membimbing adik.
Kedewasaan seseorang bukan dilihat dari usia kan? Terkadang kita2 yang merasa dewasa ini harus belajar dari anak kecil lho…
Sebagai kakak dalam posisi itu jangan sampai menjadi otoriter deh. Musti dengerin juga aspirasi dari bawah
ya udah jalan bersama sama aja..gak usah salah satu jadi pemimpin. toh masing2 memang sudah mendapatkan jalan hidup dan masa depan masing2..
wah ku dah dewasa belum ya ????
Mungkin kalo dikomunikasikan dengan baik, semuanya akan berjalan lebih baik lagi…
tp namanya Remaja, jarang mau saling mengalah sama kakak ataupun adik nya…
keteladanan mungkin perlu bagi siapapun sebelum umur dan lainnya menjadi pertimbangan dalam keseluruhan hidup, apalagi hubungannya dengan kekerabatan di dalam satu rumah; semua perlu memberi teladan; mungkin
Salam kenal,
Jadi kakak terkadang susah dan sangat menyakitkan.
Saya ada kenal seorang kakak, dulu dia berjuang bantu sekolah dan kuliah adiknya. Tapi setelah berhasil si adik tidak pernah menghormati kakaknya. Hanya karena kesalahan sedikit, rasa hormat sama kakaknya hilang sama sekali. Pertolongan yang begitu besar jadi tidak diingat sama sekali.
saya kepengen sekali punya kakak
menjadi kakak itu memang berat ya
Jadi kakak itu berat, lebih enak jadi adik. Kakak biasanya jadi panutan bagi adiknya. Cuma terkadang kakak juga manusia biasa yg sering khilaf