Di Mana Berada, di Situ Masalah!

by Remaja Helda on December 2nd, 2008
3 CommentsComments

Bingung juga mau kasih judul apa postingan kali ini. :D Tapi, akhirnya sudah dapat koq. Mengapa saya beri judul ini? Karena saya sendiri sedang mengalaminya (halah, jadi curhat), apakah Anda juga?

Mungkin untuk awal-awal kita menetap di suatu tempat, kita merasa enjoy-enjoy saja. Apalagi jika kita merasa kesal di tempat sebelumnya. Wuih, pasti perasaan kita begitu senang dan bebas – pokoknya aman dan tenteramlah! Begitu senangnya hati ini bisa merasakan ‘dunia baru’.

Padahal, bukan tidak mungkin akan timbul masalah baru! :roll: Waspadalah!

Hihihi… Kejam amat kalimat sebelumnya. Jadinya kayak pepatah bilang: “Keluar dari mulut buaya, masuk ke dalam mulut singa.” [ :lol: Pasnya pepatahku barusan?]. Yang namanya manusia pasti tidak luput dari kesalahan a.k.a tidak sempurna. Kemudian, yang namanya ‘hati’ juga begitu tidak menentu. Saya sering mendengar kalimat seperti ini: “Hati lebih licik daripada apapun!”

Nah, seperti yang disebutkan di awal, bisa saja ketika kita mencoba beradaptasi dengan lingkungan kita yang baru, kita bilang begini: “Hmm.. Ternyata orang-orang di sini lebih asyik daripada di sana.”

Namun pada kenyataannya, sering kali pada saat ‘awal’ itu kita memalingkan penglihatan dan pendengaran kita dari beberapa kesalahan yang dilakukan oleh ‘orang-orang baru’ tersebut. Maksudnya begini: Jika ada sesuatu yang tidak berkenan di hati kita, biasanya kita mau memakluminya pada awal-awalnya. Barulah lama-kelamaan kita merasa tidak nyaman lagi.

Itulah ironisnya! Di tempat sebelumnya pun kita bisa saja begitu. Awalnya enjoy barulah setelah itu merasa risih. Kemudian, ketika pindah lagi ke tempat yang baru – hal yang sama kemungkinan besar akan terjadi.

Intinya: Di mana kita berada, di situ pasti ada masalah! Oleh karena itu, paling penting kita ingat dan terapkan adalah jangan pernah lari dari masalah tetapi selesaikanlah. Selain itu, jangan pernah harapkan orang lain seperti yang kita inginkan. Cobalah untuk memahami setiap orang. :)

Memang sulit untuk bisa mengalah. Tapi itu adalah jalan yang terbaik. Jika suatu saat kita merasa bahwa dia telah kelewatan, kenapa kita tidak mencoba berbicara padanya? Terkadang, di saat kita merasa tersinggung dengan seseorang, dia sama sekali tidak menyadari lho. :wink:

Maka dari itu, ngomong dong! Hehe.. Jadi apa gunanya mulut coba? :wink: Jangan pernah memendamnya sendirian.

Postingan Terkait:

  1. You Know I’m No Good
    I cheated myself, Like I knew I would I told...
  2. Kabur dari Rumah
    Masalah remaja yang bisa jadi meliputi papa dan mama beda...
  3. Kejujuran dalam Berpacaran
    Bagaimana reaksi Anda ketika baru saja putus, mantan pacar Anda...
  4. Remaja Punya Masalah, No Problem!
    Adakah di antara kita yang sedang punya masalah? Kalau ada,...
  5. Tahun Baru Pengaruhi Remaja
    Bukan hanya remaja yang bisa dipengaruhi oleh tahun yang baru,...

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
Categories: Cuap-cuap

Comments

Feed
Trackback URL

Leave Comment

Commenting Options

Alternatively, you can create an avatar that will appear whenever you leave a comment on a Gravatar-enabled blog.

Switch to our mobile site