Bohong, Contek, Curi!
Postingan yang satu ini saya lebih bingung lagi mau kasih judul apa daripada yang sebelumnya. Tapi ya sudah lah… Saya hanya ingin menandaskan perilaku-perilaku yang kerap kali terjadi di kalangan para pelajar – apalagi di masa-masa ujian seperti ini. Ada yang sedang ujian? Kalo’ adik saya sekarang sedang ujian semester. [Kalau saya mah ujian sendiri aja dengan mengasah kemampuan menulis tanpa copy-paste.
]
Saya jadi ingat masa-masa sekolah dulu yakni banyak murid yang terlalu terobsesi untuk mendapatkan nilai yang bagus tapi sayangnya tidak punya usaha keras dan baik untuk tujuan itu. Semua cara dihalalkan. Dan, yang lebih ironisnya, mereka tidak percaya akan kemampuan mereka!
Akhirnya menyontek yang dapat disamakan dengan berbohong dan mencuri pun harus dimanifestasikan. Waha.. Bahasanya..
Loh? Kenapa saya tidak memasukkan “kopekologi” dalam salah satu cara ampuh untuk mendapatkan nilai bagus di paragraf sebelumnya? Ya, sama sajanya itu dengan menyontek.
Akan tetapi, perlu diketahui bahwa pada masa saya dulu – teman-teman saya jarang menggunakan ilmu “kopekologi”. Wuih, itulah saking malasnya remaja-remaja sekarang ini. Bahkan, untuk menulis hal-hal penting yang mungkin keluar pada saat ujian mereka ogah!
Cara satu-satunya adalah langsung dari hape buku!
Yang dibawa ke ruangan ujian bukan lagi kertas kecil berisi rangkuman-rangkuman melainkan buku pelajarannya. Nah, satu hal yang lumayan lucu yang saya perhatikan adalah ada juga murid yang masih bertanya ‘halaman berapa jawabannnya’ kepada murid yang lain.
Saya ingin tertawa sekeras-kerasnya pada waktu itu. Bah! Halamannya saja dia tidak tahu. Ini sudah kelewatan namanya.
Ah! Anak-anak zaman sekarang, pikirku. (Sok tua kali Helda ini). Oya, beberapa yang lainnya yang sudah belajar mati-matian pun di rumah, masih saja pakai ‘jimat’! Mereka tidak percaya akan kemampuan mereka sendiri.
Beginikah watak generasi zaman sekarang? Bagaimana bila mereka memimpin bangsa ini di kemudian hari? Fiuh, apa ada yang berani untuk ‘lebih baik dapat nilai 0 daripada menyontek’? Kalau saya sendiri yang jawab sih: “Saya tidak akan berani untuk dapat nilai 0,
namun saya akan belajar keras daripada menyontek!”
Intinya, para remaja harus membuat suatu usaha yang sungguh-sungguh jika ingin berhasil. Setelah itu mereka juga harus yakin dengan apa yang telah mereka lakukan itu!
Semangat!
Yang Nyangkut dari Mesin Pencari:
kopekologi, psikologi bohong, apa Kopekologi itu?, psikologi berbohong, psikologis remaja ujian, remaja yang berbohongPostingan Terkait:
- Membeli Waktu yang Ada!
Maaf beribu-ribu maaf, lama tak update blog ini. Gile, Bo’!... - Remaja Produktif – Remaja dengan Segudang Aktivitas?
Remaja sekolah produktif - yang ada dalam benak saya sewaktu... - Tips Belajar untuk Ujian Semester
Secara udah mau ujian semesteran yah buat anak-anak sekolah (kasih... - Yang Baru, Emang Seru!
Masih dalam suasana UN ya. Suntuk? Ya iya, pasti rasa... - Haid Pertama
Tulisan ini khusus cewe’-cewe’ ya, Bo’! Tapi, kalo’ cowo’ mau...
Tags: ampuh, bagus, bohong, buku, copy-paste, halaman, hape, helda, kalo, kasih, kerap, keras, kopekologi, lainnya, loh, lucu, masih, menulis, murid, nilai, remaja, satu, saya, ujian semester, usaha, waha
Categories:
Psikologi Remaja





Menjunjung Kejujuran | Helda Remaja Indonesia
[...] melawan hasrat daging Anda? Misalnya untuk tidak berbohong, padahal pada saat itu Anda membutuhkan sesuatu. Yup! [...]
Cara Cari Perhatian Sama Guru | Mencari Perhatian Guru | Blog Helda Remaja Indonesia
[...] pas ujian, dia ngga mau satu isian pun kosong. Kalo dia udah ngga tau lagi, keluar deh itu kopekan! [...]