Mati!
Keramaian ini benar-benar membuat dadaku sesak! Aku hanya bisa mengamati sekelilingku! Tubuhku tak mampu kugerakkan! Argh! Kutolehkan kepalaku ke arah kanan dan kau ingin tahu apa yang kulihat?!
Seorang gadis berumur sekitar 15 tahun kuduga – dengan bergairah membelai si lelaki tua itu. Bukan! Bukan! Bukan dia yang membelai tetapi lelaki itu yang terus menggerayangi tubuhnya. Bodoh sekali gadis itu, kupikir. Kuamati dengan semakin seksama. Kupelototi mereka berdua hingga si gadis menyadari keberadaanku sepertinya. Matanya sendu – menatap dingin tepat menembak bola mataku.
Ssstt..!!!
Aku terpaku. Ya, aku sekarang seperti sebuah paku yang ditancapkan sangat dalam! Sangat dalam, hingga ku tak sanggup bernapas! Argh! Apa ini?! Gadis itu sudah berada tepat di hadapanku. Dia mencekikku! Dia mencekikku sekuat tenaganya. Tenaga? Apa ini namanya tenaga? Dia sama sekali tidak punya itu…
Kuhempaskan tubuh gadis itu ke kubangan itu. Ringan sekali dia, pikirku. Dan sekarang dia menatapku kembali namun dengan tatapan yang tak dapat didefinisikan oleh kamusku. Kucoba untuk membalas tatapannya. Aku pun masuk ke dalam tubuhnya melewati sela-sela matanya yang sipit.
Klik!
“Aku mengenal tubuh ini!” Teriakku dalam hati. Gadis yang selama 15 tahun bersamaku. Itu dia. Dia yang telah mengorbankan segalanya untukku. Tidak! Tidak semuanya, aku berdalih. Dia tidak pernah mau menuruti kata-kataku.
Kuberusaha sekuat tenaga untuk keluar dari tubuhnya ini. Aku tak mau bertemu dengan dia lagi. Aku tak mau terkurung dalam tubuhnya. Aku tak mau mengikuti kemana tubuhnya pergi. Aku tak mau ikut menciptakan jejak langkahnya.
Kucoba dan kucoba lagi untuk lepas dari tubuhnya yang harum namun membuatku ingin muntah!
“Argh!” Aku berteriak sekeras-kerasnya.
Dengan ta terduga aku lepas darinya. Tubuhku terhempas ke tempat yang kontras dengan yang semula. Gelap di sini. Terdengar olehku seperti nyanyian-nyanyian tak karuan dari sudut jalan sana. Penasaran aku sehingga kakiku melangkah ke sudut jalan sana. Kulihat segerombolan anak laki-laki. Kuduga umur mereka pasti 13 tahunan.
“Cari siapa, Kak?” Seorang anak laki-laki dengan sepuntung rokok di sela-sela jari telunjuk dan jari tengahnya tersenyum padaku. Aku hanya membalas senyumannya dengan perasaan agak ngeri. Kemudian, kualihkan pandanganku ke arah seorang anak laki-laki yang dengan lelapnya tidur menelungkup di atas kardus-kardus tak jauh dari mereka.
“Kakak cari dia?” anak lelaki tadi kembali bertanya padaku sambil mengacungkan tangannya ke anak laki-laki yang terlelap itu.
Tak kugubris pertanyaan anak itu. Aku melanjutkan langkahku ke arah anak lelaki yang terlelap itu. Batinku berkata: aku mengenalnya. Kusentuh tubuhnya mencoba membangunkannya. Namun, kusadari tubuhku dikerumuni oleh ulat-ulat menjijikkan! Aku hanya bisa menelan ludah. Kubiarkan ulat-ulat ini menggerogoti tubuhku akan tetapi sesekali aku mengusir ulat-ulat ini, tak rela!
Tetap teguh aku berjongkok di dekat anak laki-laki itu. Anak itu sepertinya tidak menyadari keberadaanku. Dia benar-benar asyik dengan mimpinya. Kugoyang-goyangkan sekali lagi tubuhnya. Kau tak mau ikut denganku, begitulah kira-kira hatiku berbicara.
Ingin kusentuh lagi tubuhnya akan tetapi kali ini aku hanya seperti seseorang yang ingin menangkap angin. Tidak ada lagi tubuh itu. Hanya terdengar suara seret sandal dari kejauhan. Dia telah pergi.. Dia telah pergi, hatiku berulang mengatakan itu.
Aku menyadari semua ini. Ya, aku bisa menyadari ini. Tidak. Aku sama sekali tidak bisa menyadari apa ini sebenarnya. Tidak. Aku menyadarinya. Air mataku jatuh satu-satu tanpa ujung. Air mata ini tidak mengenai apa pun. Air mata ini tidak punya tempat mendarat. Karenanya kucoba menyediakan tempat mendarat bagi air mataku ini. Argh! Telapak tanganku pun ditembus oleh air mata ini.
——————-
Yang Nyangkut dari Mesin Pencari:
Cerpen hot, cerpen seks, cerpen pergaulan remaja, cerpen agak hot, hot cerpen, cerpen remaja hot, cerpen hots, cerpenhot, cerpen tentang pergaulan remaja, cerpen hot remajaPostingan Terkait:
- Dia, Aku dan Mati
Akhirnya, aku hanya bisa melihat gadis berusia 15 tahun itu...
Categories: Cerpen


AriefDJ™
wah… cerpen tentang ‘Mati’ yang menggugah… Hebat kamu, dik.. Berbakat menulis rupanyo..
Tiara arieza
Ih ceritanya keren tapi GJ-GJ dikit!hehehd tapi keren kok!
Remaja Helda
Hai, Tiara..
Hahaha. Iya nih gajebo yah cerpennya Helda. Anyway, thx udah bilang keren.
Tiara arieza
Sip
Nyante Aza Lae
*geleng-geleng*..
g ngarti neng..
ikut2an mas arief ahh..cerpennya kuerrenn
rudytarigan
wow,..cerpen yang keren.
Remaja Mengambil Peran Orang Tua | Helda dot Info
[...] silahkan baca cerpen saya yang berjudul “Mati” jika ingin lebih mengerti postingan saya kali ini. Halah.. Saya rasa mungkin Anda akan semakin [...]
BlaGaBloGer
Sebenernya kurang ngrti c….
*masih teteup geleng2 coba tuk mengerti….
heheh…
helda… teteup nulis yah….
hebat euyh….
Salam kenal ^_^
sawali tuhusetya
suasana surealisnya kenal banget, mbak helda, saya mengikuti konflik batin sang “aku lirik” yang begitu gelisah. Hidup di tengah salam sonyaruri. cerpen ini jadi mengingatkan saya seperti cerpen2 khas danarto. cerpen yang lain mana, mbak hell-da? saya tunggu, yah! cerpennya bagus dan saya suka banget dg genre semacam ini! salam kreatif!
Dia, Aku dan Mati | Helda dot Info
[...] aku hanya bisa melihat gadis berusia 15 tahun itu terus mendekam di kamarku yang gelap dan bau. Tak punya kuasa untuk beranjak, namun mulutnya [...]
Ecko Manalu
aku nyasar dari pos yang dia, aku dan mati
bagus dek… i instinctively can sense the essence of sastra di dalamnya… ternyata punya talen juga si adek.. hayo dikembangkan ya dek…
gajah_pesing
busyet..ini tulisan merinding banget, sosok yang digambarkan sangat mengena langsung dalam otak kiriku…
karya yang sangat bagus sekali..
salut buat kamu, terus kembangkan daya kreativitasmu, aku suka gaya tulisanmu.
artsidik
good…..
artsidik
oya,boleh ga ya….
q belajar sastra sama njenengan…
hehe….
Wesly Joe
keren bngt karya km buk…
serius….
makasih…..
snang bngt bacanya..
Wesly Joe
aku membayangkan si “aku” adalah seorang ayah..
ayah, yang kedua anaknya telah jatuh ke jurang… pergaulan bebas..
anak yang laki2 mati karna kalau gak salah memakai narkoba..
trus si cwe jadi pelacur..
ah.. mrinding gw bacanya..
keren bngt ceritanya.. apalagi ditambah sastra nya yang kental bngt… siiipp. salut dah gua…. thanks
shela
wah…bagus banget…
sipapun kamu…tapi aku salut…
ali reza
wew, very nice, two thumbs up
ester
emosinya dapet, detailnya juga aq bisa cukup nangkep…klimaksnya ehmmm sedikit dramatis yahh…? hehee…
anyway…ok kq ^.^
ahmad fauzi
wah cerpennya menggugah juga,salut. Semoga mampu menjadi sesuatu yang berarti dalam hidup kita. Mampir ditempat saya juga ya.salam kenal
d i rivani
wawwww………. ajarin dnk
Rani Fitriani
wow,..cerpen yang keren.
Guswan
Keren,keren,keren
good
Guswan
kunjungin juga ya blog qu
Guswan
Captainmasterns.blogspot.com
I Support!
Cuap Paling Baru!
Komentar Baru
Rubrik
Archives
Supporter
Informasi Beasiswa
Hosting Murah Blogger Indonesia
Switch to our mobile site