Kapan Aku Bisa Pacaran?
Nah, buat yang sudah memasuki masa remaja, pasti pertanyaan di atas terbersit di kepala. Atau mungkin pertanyaannya ngga’ kayak gitu kali ya… Hmm… Mungkin gini: “Sudah bisa ngga’ ya aku pacaran? Ah! Tapi, ortuku pasti ngelarang!”
Di zaman sekarang ini, pacaran memang telah menjadi suatu hal yang lumrah. Usia seseorang untuk bisa berpacaran pun semakin dini dan bahkan tujuan seseorang berpacaran tidak jelas. Ya, tujuannya tidak jelas. Beberapa ada yang tidak ingin kalah saing dengan teman-teman – istilah kerennya ‘ikut-ikutan’. Intinya pacar hanyalah sebagai aksesoris dan ajang pamer.
Tidak dipungkiri bahwa tujuan lain adalah untuk mempelajari karakteristik berbagai macam orang. Saya acungkan satu jempol untuk tujuan itu. Akan tetapi, maukah para remaja bertanya lagi, “kapan aku bisa pacaran?”
Saya tidak akan menyatakan berapa umur yang tepat untuk berpacaran. Sejujurnya pun saya memikirkan untuk itu. Terkadang tekanan untuk punya pacar sangat kuat! Alasan kedua yang disebutkan di atas bisa menjadi ‘tameng’ bagi para remaja.
Oke, mari kita bahas mengenai ‘mempelajari karakteristik berbagai macam orang’. Namun, kalau kita perhatikan apa yang dapat remaja lakukan ketika dia mendapati bahwa pasangannya itu tidak cocok dengannya? Kata yang keluar adalah ‘putus‘! Bukannya mencoba untuk bisa mengerti satu sama lain, para remaja hanya mempelajari untuk bercerai. Bagaimana tidak? Karena faktor usai kali yee.. Hehe..
Yang dibawakan dalam diri hanya emosi sesaat.
Kalau saya bilang alangkah lebih menyenangkan untuk mempelajari diri sendiri dulu, membenahi diri, dan berupaya untuk bisa beradaptasi dengan banyak orang. Ketimbang mengikatkan diri dengan satu orang yang kadang kala membuat sakit hati, lebih baik seorang remaja mencoba untuk berbaur dengan yang lainnya. Di situ dia bisa ‘mempelajari karakteristik orang lain’. Dan, dia juga sedang mempelajari dirinya sendiri tentunya.
Setelah dia bisa mengendalikan emosinya – ini merupakan saat yang tepat untuk berpacaran – tentunya dia sudah berani berkomitmen. Jadi, berpacaran bukan hanya untuk having fun doang. Tidaklah pantas menurut saya jika seseorang mempermainkan perasaan orang lain. Lagipula, masa remaja yang penuh gejolak ini akan sangat memberikan keragu-raguan dalam hal berpacaran. Maka dari itu, beberapa orang tua melarang anaknya untuk berpacaran (walau ada juga yang tidak).
Maaf jika pandangan saya tidak serupa dengan remaja lainnya dan penjelasan saya pun seadanya. Oya, sekali lagi, saya hanya ingin mengingatkan: sebaiknya pelajari dulu diri sendiri dan berbaurlah dengan banyak orang.
Oya, satu quote yang bagus yang saya dapatkan dari sebuah buku kira-kira begini isinya:
“Suatu saat jika sudah waktunya berpacaran, seorang remaja sudah mengetahui tentang dirinya dahulu dan tahu apa yang dia butuhkan dari orang lain.”
Selamat bergaul!
>>>Tulisan ini sudah pernah saya publish di blog saya sebelumnya namun dengan sedikit perubahan. Tulisan ini saya buat dalam rangka menyambut Hari AIDS Sedunia. Maukah Anda memajang pita merah seperti yang tampak di sidebar blog ini?
Yang Nyangkut dari Mesin Pencari:
kapan aku bisa pacaran, usia yang tepat untuk pacaran, kapan aku bisa punya pacar, usia yang tepat untuk berpacaran, umur yang tepat untuk pacaran, Apa aku bisa punya pacar, kapan aku punya pacar, umur berapa remaja bisa berpacaran, tujuan seorang remaja untuk pacaran, tujuan remaja pacaanPostingan Terkait:
- Yakin, Udah Siap Untuk Pacaran?
Ngeliat sepasang cowok-cewek jalan berdua, pegangan tangan dan bercanda-tawa riang... - Kapan Saatnya Mengadu?
Postingan kali ini masih ada hubungannya dengan postingan sebelumnya di... - Pacaran Diam-Diam
Especially-nya para remaja nih, Helda yakin pasti banyak yang pernah... - Ciri Pacaran Berbahaya & Pria Tidak Serius
Wuih… Akhirnya, saya bisa meng-update blog remaja lagi, walaupun dibela-belain... - Pacaran Beda Agama
“Kak, menurut kakak, pacaran beda agama ituh, salah ngga sih?”...
Tags: AIDS, Hari AIDS, Hari AIDS Sedunia, orang tua, pacaran, pubertas, pubertas dini, remaja, teman
Categories:
Cinta Remaja


Remaja Tukang Ngadu | Helda dot Info
[...] temanmu mencontek/mengopek pada waktu ujian, punya koleksi gambar-gambar atau video cabul, berpacaran diam-diam tanpa sepengetahuan orang tua, membohongi orang tua mereka, ikut-ikutan dengan remaja lainnya dalam pesta liar, dan sebagainya. [...]
Ai
Wah…
Tipsx bagus2 bngt…
Rizka
KAPAN……………………………………………………………………………………………?
EA,Q BISA BERPACARAN……………………………………………………………………?
julia
hai heldaaa,.,.
July sll buka tips” mu dr thn mreen neyh, nah krg July tba” px ide bwt bkin mading d kelas n 1 bagyan dr mading tuh berisi tips” bwt remaja, nah boleh g july copas tips” dr helda??? thx be4 n after
Remaja Helda
Haii, Julia. Boleh, silahkeun..
Tapi, Helda jg punya permintaan, jangan lupa cantumin sumbernya yah. Tengkyuu, sudah jd pembaca setia helda dot info yah.
Salam kenal.
Popy rachmawaty
Yups yups yuUps… Bener bgt tuh yg helda tulis d’ats “kenali n fahami diri sendiri dulu,baru Qt bs tw ap kbthan Qt trhdp orang lain.thanks ya helda!smG bS B’manfaat wt Qt2 pra remaja khusus’a Q.hehe…
Remaja Helda
Hai, Popy.
Thanks juga yah sudah berkenan membaca tulisan Helda.
wulandari
mau izin coppast ya kak? boleh kan? buat temen-temen juga sekalian minta cariin artikelnya. artikelnya bagus banget kak
nunung rohayati
tip mksh ya atas tipsx
Rimaudina
wow!! nih blog anak muda banget!! :) nice to found this blog!!
nisa
kak helda tipsnya bermanfaat banget, kalau punya tips buat remaja lagi di post yaa kak :)
Jasa Pembuatan Web
hihihi mantab
I Support!
Cuap Paling Baru!
Komentar Baru
Rubrik
Archives
Supporter
Informasi Beasiswa
Hosting Murah Blogger Indonesia
Switch to our mobile site